Rabu, 20 September 2017

Peresmian Rumah Data Kependudukan di Kampung KB Jasem Bantul

September 20, 2017

Asisten Pemerintahan dan Kesra DIY Drs. Sulistyo, SH CN MSi meresmian rumah data kependudukan di Kampung KB Jasem Desa Srimulyo, Piyungan, Bantul pada Senin (11/09/2017). Acara tersebut turut dihadiri oleh Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Dr. Wendy Hartanto, MA., Kepala Perwakilan BKKBN DIY Drs. Bambang Marsudi, MM, Kepala LP3M Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Dr. Ir. Gatot Supangkat, MP dan Sekretaris Kecamatan Piyungan, Bambang Budiyanto, S.Sos. Rumah data kependudukan merupakan program kerja utama dari mahasiswa yang mengikuti KKN Tematik Kependudukan di Desa Srimulyo. KKN Tematik tersebut terdiri dari 10 kelompok KKN yaitu kelompok KKN 216, 039, 095, 259, 222, 025, 082, 251, 018 dan 207 yang semuanya adalah angkatan 2014 dan dibimbing oleh Emil Adly ST,.M.Eng, Cahya Damarjati, S.T.,M.Eng dan Hakas Prayuda, S.T,.M.Eng.

Dr.Ir. Gatot Supangkat, M.P selaku Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan dikembangkannya Rumah Data Kependudukan ini semoga bisa ikut mengedukasi masyarakat dan semakin memajukan dusun Jasem. Akan rugi apabila tidak semakin maju dari hari ini namun malah semakin jelek. “Semoga dengan adanya ini dapat mengubah maindset dari masyarakat terhadap BKKBN, bahwa BKKBN bukan hanya berkaitan dengan IUD dan dua anak cukup tapi lebih dari itu dan harapannya ini bisa menjadi center of excellent di kemudian hari walaupun rumah ini kecil namun yang terpenting adalah fungsinya. Serta saya berpesan kepada para mahasiswa yang KKN di sini untuk tidak melupakan tempat ini karena ini merupakan salah satu tempat yang ikut berkontribusi dalam personal development kalian” tambahnya
Hal senada juga disampaikan oleh Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Dr. Wendy Hartanto, MA menyambut positif dan mengapresiasi tinggi adanya pembentukan rumah data kependudukan di Kampung KB Jasem. Dr Wendy Hartanto, MA mengatakan, “Kepemilikan data sangatlah penting. Sebuah data yang dimiliki dapat digunakan untuk mengidentifikasi masalah seperti adanya anak yang belum mempunyai akte kelahiran serta banyaknya pengangguran bisa dilihat dari data yang dimiliki.” Selain itu beliau juga menjelaskan, “Progres Kampung KB ini sudah begitu hebat. Mudah-mudahan Jasem akan menjadi contoh banyak pihak, hal ini terbukti banyaknya kunjungan termasuk kunjungan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tahun 2016 lalu. Saya berharap data-data kependudukan dapat terus di update dan dihubungkan ke sektor-sektor yang menangani seperti Dinkes. Semoga Jasem bisa menjadi rujukan, Pak Camat bisa mereplikasi Kampung KB. Saya apresiasi pembentukan rumah data kependudukan menjadi pusat data, pusat informasi sehingga sektor yang mau mengintervensi jadi tahu,” jelasnya.


Sementara itu, menurut Sugeng Suryanto S. selaku ketua dari program tersebut mengatakan bahwa ide itu diinisiasi oleh LP3M UMY dan BKKBN, kemudian amanat tersebut diemban oleh 10 kelompok KKN yang berada di Desa tersebut. “Awalnya kita hanya akan menyediakan media elektronik saja. Tapi karena kondisi bangunan yang tidak memungkinkan maka saya dan teman-teman sepakat untuk merenovasi rumah tersebut,” tuturnya.
Sugeng juga mengatakan bahwa dalam proses pengerjaannya memakan waktu kurang lebih 3 minggu dan melibatkan 2 orang tukang untuk membantu memasang atap dan dinding rumah. “Untuk menyelesaikan rumah data ini kami perlu bantuan 2 orang tukang dan waktunya 3 minggu. Alhamdulillah bisa selesai dan semoga kedepannya ini tidak sekadar membantu warga dari sektor pendataan, tapi juga lebih bermanfaat bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu serta wawasan tentang kependudukan,” tambah mahasiswa Jurusan Ekonomi Perbankan Islam tersebut.
Kesuksesan pembentukan sekaligus peresmian rumah data kependudukan di Kampung KB Jasem tidak terlepas peran serta kontribusi dari berbagai pihak. Beberapa diantaranya adalah ketua rumah data kependudukan Kampung KB Riris Yuniarti beserta tim solidnya, Ketua Pokja Kampung KB Suprapto, masyarakat Jasem, dan juga tidak kalah penting peran mahasiswa KKN UMY yang sedang menjalankan program KKN tematik Kependudukan di DesavSrimulyo. Geliat kemajuan Kampung KB Jasem dari tahun ke tahun memang bisa dilihat dari pembangunan fisiknya. Menurut penuturan Kepala Dusun Jasem Suprapto untuk pembangunan fisik seperti gapura Kampung KB dilakukan bermitra dengan Pemerintah Desa Srimulyo beserta Perwakilan BKKBN DIY, sedangkan untuk akses jalan di Kampung KB sendiri merupakan swadaya murni masyarakat setempat.

Sabtu, 09 September 2017

Tim KKN UMY Bangun Rumah Data Kependudukan

September 09, 2017

          Sepuluh kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berada di Desa Srimulyo, Piyungan, Bantul membuat rumah data kependudukan. Rumah data kependudukan tersebut dibangun di Kampung KB Dusun Jasem. Menurut Sugeng Suryanto selaku Ketua KKN UMY di Desa Srimulyo, mengatakan bahwa rumah data kependudukan merupakan program kerja utama dari mahasiswa yang mengikuti KKN Tematik Kependudukan.

          KKN tematik kependudukan dimaksudkan untuk lebih memberikan wawasan dan pengetahuan kepada para mahasiswa dan masyarakat lokasi KKN tentang berbagai aspek kependudukan yang ada, karena penduduk tidak hanya sebagai obyek tetapi juga subyek di dalam pembangunan. Sehingga nantinya diharapkan para mahasiswa dan masyarakat mampu merubah sikap dan perilakunya untuk lebih memberikan dukungan terhadap penurunan dampak-dampak kependudukan yang ada.

          Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN D.I. Yogyakarta menjelaskan bahwa tujuan dibentuknya rumah data kependudukan adalah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai pentingnya data kependudukan bagi berbagai aspek pembangunan. Rumah data ini nantinya diharapkan dapat menjadi tempat rujukan data yang dikelola oleh, dari dan untuk kepentingan masyarakat.

          Di dalam rumah data tersebut, terdapat beberapa hal yang dimuat seperti data PK dan hasil olahannya, data potensi desa, data sektoral, data aktivitas Kampung KB dan data administrasi kependudukan. Selain itu didalam rumah data tersebut juga dilengkapi oleh komputer dengan akses internet dan layar televisi untuk menampilkan data secara digital. Dalam pengerjaannya rumah data tersebut dilakukan bersama-sama oleh mahasiswa KKN UMY dibantu oleh tukang yang berkompetensi dalam proses pembangunan sebuah rumah. 

Warga Kampung KB Dusun Jasem Gelar Upacara Kemerdekaan RI ke-72

September 09, 2017
          
          Banyak kegiatan yang digelar warga Kampung KB Dusun Jasem, Desa Srimulyo, Piyungan, Bantul untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-72. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini warga Dusun Jasem menggelar upacara bendera di halaman rumah kepala dukuh.

          Upacara bendera yang dimotori oleh Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) setempat ini dimulai tepat pukul 07.30 WIB. Upacara diikuti oleh seluruh warga Jasem dan mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Upacara ini dilaksanakan dengan menggunakan Bahasa Jawa dan bagi petugas upacara diwajibkan berpakaian busana Jawa.

          Bertindak sebagai inspektur upacara yakni Kepala Dusun Jasem, Drs. Suprapto. Dalam amanatnya Drs. Suprapto mengatakan sangat mengapresiasi semangat warganya dengan suka rela bersama-sama dan bersatu padu melaksanakan upacara pengibaran bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-72 serta mengharapkan kegiatan ini akan terus berlanjut setiap tahunnya.

          Selain itu, Drs. Suprapto menambahkan bahwa upacara digelar agar generasi muda yang ada di Kampung KB Jasem memahami bahwa kemerdekaan direbut dengan susah payah. Sekarang saatnya generasi muda untuk mengisinya dengan melakukan hal-hal yang positif, berlomba meraih prestasi untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. 

Kunjungan Presiden Jokowi Ke Kampung KB Dusun Jasem

September 09, 2017

        Pada hari Senin, 10 Oktober 2016 Kampung KB Dusun Jasem, Srimulyo, Piyungan, Bantul kedatangan tamu istimewa. Tamu istimewa tersebut adalah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo beserta Ibu Iriana Widodo. Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi datang untuk melaksanakan kegiatan pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB) Dusun Jasem yang bertema “ Dengan Kampung KB Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Perwujudan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera ” yang diselenggarakan oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional).

          Turut serta mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty dan jajaran SKPD Provinsi DI Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi menyampaikan beberapa hal antara lain:
a.      Mengajak warga untuk merencanakan keluarga demi kemajuan bangsa dan negara ini.
b.      Setiap keluarga harus terlibat menghadapi persaingan antar negara. "Kalau kita ingin negara ini menjadi bangsa yang maju, dimulai dari keluarga yaitu Keluarga yang direncanakan dan di tata sejak awal. Setiap keluarga boleh merencanakan berapa jumlah anak yang diinginkan, tetapi pemerintah menyarankan dua anak cukup. Apalagi, ketika lahir, kebutuhan keluarga dipastikan meningkat drastis. Lebih-lebih, apabila anak-anak mulai memasuki jenjang sekolah SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Jangan sampai orangtua hanya bercita-cita menyekolahkan anaknya hanya sampai jenjang SD atau SMP kemudian segera bekerja. Anak seusia itu belum layak bekerja, untuk itu persiapkan biaya sebaik mungkin karena dengan sekolah dan memiliki pendidikan itulah kita bisa bersaing dengan negara lain,” pesan Presiden Jokowi.
c.      Mengintruksikan kepada Kepala BKKBN agar terus berupaya menjadikan keluarga Indonesia sebagai keluarga sejahtera. Secara khusus, Presiden meminta BKKBN mengawal program KB dengan memberi perhatian khusus kepada generasi muda.
          Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr Surya Candra Surapati menambahkan kampung KB Jasem Srimulyo Piyungan merupakan satu dari ratusan kampung KB yang sudah terbentuk di seluruh Indonesia. Kampung KB dibentuk sebagai upaya meningkatkam pelayanan kependudukan dalam aktualisasikan fungsi keluarga dan karakter.



          Sebelum meninggalkan lokasi acara, Presiden Jokowi mengadakan kuis berhadiah sepeda bagi warga yang hadir dalam acara tersebut. Selain itu, Presiden juga menyempatkan diri untuk menandatangani sebuah prasasti yang diperuntukan khusus bagi warga Desa Srimulyo. Dalam prasasti tersebut, Presiden menuliskan pesan “Indonesia maju kalau keluarga sejahtera. Ayo ikut Keluarga Berencana”.