Rumah Data Kependudukan

Rumah data kependudukan merupakan tempat untuk mengelola data di tataran paling kecil, seperti di kampung atau desa terkait data dasar kependudukan, Keluarga Berencana (KB) dan pembangunan keluarga. Rumah data hadir guna meningkatkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya data kependudukan bagi berbagai aspek pembangunan.

Rumah Data Kependudukan Desa Srimulyo merupakan kelanjutan Pencanangan Kampung KB yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo di Dusun Jasem, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Rumah Data Kependudukan Desa Srimulyo di bangun oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang sedang menjalankan program KKN Tematik Kependudukan di Desa Srimulyo. Mahasiswa UMY tersebut merupakan gabungan dari 10 kelompok KKN yaitu kelompok KKN 216, 039, 095, 259, 222, 025, 082, 251, 018 dan 207 dan dibimbing oleh Emil Adly ST,.M.Eng, Cahya Damarjati, S.T.,M.Eng dan Hakas Prayuda, S.T,.M.Eng.

Ide pembangunan Rumah Data Kependudukan tersebut diinisiasi oleh Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) DIY. Proses pengerjaan rumah data memerlukan waktu kurang lebih tiga minggu, dan melibatkan dua tukang untuk membantu memasang atap dan dinding rumah. Rumah data ini dilengkapi dengan televisi sebagai sarana penunjang, seperangkat komputer dan website sebagai sarana informasi masyarakat. Total dana yang digunakan untuk menyelesaikan program ini kurang lebih 20 juta rupiah.

Rumah Data Kependudukan Desa Srimulyo diresmikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra DIY Drs. Sulistyo, SH CN MSi pada Senin (11/09/2017). Rumah Data Kependudukan ini nantinya diharapkan dapat menjadi tempat rujukan data yang dikelola oleh, dari dan untuk masyarakat. Sehingga dari Rumah Data Kependudukan ini bisa terintegrasi dengan sumber data lain dari berbagai institusi yang semuanya dapat dimanfaatkan untuk intervensi program pembangungan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar